REGANGAN
RUANG
Suatu
senyawa kimia memiliki regangan, sama seperti manusia senyawa juga selalu
bergerak karena adanya muatan-muatan yang mengelilingi suatu senyawa, sehingga
saat suatu senyawa a ditambah dengan senyawa b akan cepat membentuk suatu
reaksi akibat pergerakan dari muatan dalam suatu senyawa tersebut. Regangan
suatu senyawa dapat dilihat dalam bentuk tiga dimensinya, Stereokimia adalah
studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi, yakni bagaimana
atom-atom dalam sebuah molekul ditata dalam ruangan satu relative terhadap yang
lain, adapun secara mudahnya regangan suatu kimia dapat dipelajari dengan
menggunakan aplikasi pembuatan struktur kimia seperti Chemdraw.
Pada suatu
senyawa dapat dibagi menjadi senyawa alkane-alkena-alkuna, senyawa
alifatik-aromatik dan gugus fungsi
Dalam
materi kali ini untuk mengetahui pengaruh regangan ruang dalam kondisi
senyawa-senyawa tersebut apakah dengan bertambahnya ikatan rangkap akan membuat
regangan bertambah atau tidak, dan apakah regangan lebih besar pada kondisi aromatic
atau alifatik dan juga bagaimana pengaruh regangan ruang saat suatu senyawa
memiliki gugus fungsi tertentu.
1. Regangan ruang pada senyawa Propana-propena-propuna
Pada
senyawa propen ini regangan yang paling tidak stabil adalah propuna-propena dan
yang paling stabil propane karena dipengaruhi oleh besar ikatan antara
senyawanya dimana ikatan yang paling tinggi diantara ketiga senyawa berikut
yaitu propuna. Dan juga propuna merupakan struktur yang paling kaku diantara
ketiga senyawa dimana jika senyawa semakin kaku maka regangannya makin tidak
stabil.
2. Regangan ruang pada senyawa
alifatik dan aromatik
Pada
gambar diperlihatkan regangan ruang pada senyawa aromatik
Pada
gambar teorinya mengacu pada teori regangan Beayer yaitu suatu senyawa siklik
membentuk cincin-cincin datar, kecuali siklopentana (karena sudut mendekati
109,5o) Siklopropana dan siklobutana lebih reaktif dibandingkan alkane
rantai terbuka. Siklopentana merupakan cincin yang paling stabil karena sudut
ikatan 108o , Teori regangan beayer tidak seluruhnya benar karena
sekarang diketahui sikloheksana bukanlah cincin datar dengan sudut ikatan 120o,
melainkan cincin yang akan terlipat dengan sudut ikatan 109o C.
Berikut
ini merupakan contoh heksana alifatik dan sikloheksana aromatik
Dari
sruktur tersebut regangan yang paling besar yaitu pada heksana, sementara sikoheksana
tidak lebih besar dibandingkan heksana, karena dari data diatas regangan
sikloheksan yaitu nol, namun jika pada kondisi umumnya pada sikloheksana dapat
saja terjadi regangan karena dikondisikan dengan lingkungan suhu dan waktu yang
sesuai
3. Regangan ruang pada pengaruh
gugus fungsi
Dengan adanya gugus fungsi pada
suatu molekul akan menjadi penentu dari sifat suatu molekul itu, dimana gugus
fungsi disini menjadi pusatnya reaksi senyawa itu. Kemudian untuk regangannya
tersendiri tergantung dari gugus fungsi yang terdapat pada suatu senyawa, kita
dapat meentukan besar regangan secara manual yaitu dengan cara sebagai berikut
o
Makin besar ikatan regangan makin
tidak stabil
o
Makin kecil ikatan regangan makin
stabil
o
Makin kaku ikatan regangan makin tidak
stabil
Regangan
ruang suatu senyawa
Regangan ruang terjadi akibat
adanya penyipangan sudut suatu molekulnya makin besar regangan makin besar
regangan sudutnya, dalam usaha mengurangi regangan senyawa-senyawa dapat
mengalami konformasi, contohnya yaitu konformasi sikloalkana diaman konformasi
yang paling stabil adalah konformasi kursi (chair conformation) karena sudutnya
mendekati 109o (sudut ikatan C-C-C adalah 111o)
konformasi selain kursi cenderung tidak stabil.
Dalam usaha mengurangi regangan
senyawa-senyawa dapat terjadi isomer cis-trans. Salah satu contohnya adalah
pada gambar diatas, Dalam penggambaran strukturnya terdapat ketentuan
substituennya terletak pada sisi yang sama dari bidang cincin dinamakan isomer
cis, sedangkan bila berseberangan dengan bidang cincin dinamakan isomer trans. Pada
senyawa cis dan trans menentukan kestabilan regangan ruang senyawa.
Terimakasih infonya sgt bermanfaat, apa hal-hal yg mempengaruhi regangan ruang.
BalasHapusHal yang mempengaruhi regangan ruang yaitu sudut antara molekul, besar ikatan, gugus fungsi, bentuk ikatan senyawa. dimana penjelasannya sendiri secara rinci terpapar diatas
Hapusdimana secara konsepnya regangan ruang itu yaitu
Makin besar ikatan regangan makin tidak stabil, Makin kecil ikatan regangan makin stabil,Makin kaku ikatan regangan makin tidak stabil
Terimakasih infonya sgt bermanfaat, apa hal-hal yg mempengaruhi regangan ruang.
BalasHapusTerima kasih ulasannya sangat bermanfaat, disini saya ingin bertanya hal Apa yang menyebabkan regangan ruang bisa terjadi pada senyawa non siklik ?
BalasHapusregangan ruang juga dapat terjadi pada nonsiklik karena pada senyawa nonsiklikpun juga terdapat sudutnya, nah dari pengertiannya sendiri regangan ruang itu terjadi akibat penyimbpangan dari suatu sudut molekul jadi pada molekul nonsiklik pun dapat terjadi regangan ruang asal syarat yang pertama terpenuhi yaitu terdapat penyimpangan sudut molekul pada salah satu senyawanya
Hapusthanks infonya saya ingin bertanya apa yang menyebabkan terjadinya regangan ruang
BalasHapusterjadinya regangan ruang ini disebabkan karena adanya penyimpangan sudut dari suatu senyawa, regangan ruang ini dapat terjadi pada banyak senyawa dimana untuk besar tidaknya regangan tergantung dari jenis senyawanya
HapusTerima kasih ulasannya sangat bermanfaat, disini saya ingin bertanya hal Apa yang menyebabkan regangan ruang bisa terjadi pada senyawa non siklik ?
BalasHapusterimakasih infonya sangat bermanfaat, saya ingin bertanya apa contoh penerapan konsep regangan ruang dalam kehidupan sehari-hari?
BalasHapusTerimakasih atas paparan materinya sangat membantu sekali
BalasHapusTerimakasih atas uraiannya
BalasHapusterimakasih atas infonya, sangat bermanfaat dan membantu
BalasHapusMakasih yaaa atas bantuannya
BalasHapusTerima kasih atas paparannya, sangat bermanfaat :)
BalasHapusTerima kasih atas paparannya, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih, materinya sangat bermanfaat.
BalasHapusTerimakasih untuk ulasan yang bermanfaat.
BalasHapusterimakasih, namun saya ingin bertanya, apakah ada pengaruh suhu dan tekanan terhadap regangan ruang?
BalasHapusPengaruh suhu dan tekanan ada, contohnya pada senyawa sikloheksana reg.ruang=0 hal ini terjadi pada kondisi stabilnya jika sikloheksan ini ditempatkan pada kondisi yg berbeda maka akan terjadi perubahan besar regangan ruang. Senyawa2kimia ini sebenarnya dialam mencari kondisi stabilnya sendiri2 shga saat suatu senyawa yg sama namun kondisi berbeda maka regangannya akan Berbeda juga terimakasih
BalasHapus@frandijupebri
HapusTerimakasih, yang ingin saya tanyakan mengapa Siklopropana dan siklobutana lebih reaktif ?
BalasHapusSiklopropana dan siklobutana kemungkinan lebih rekatif dari sikloheksana, jika itu maksudnya maka menurut pendapat saya karena pengaruh sudutnya kita ketahui sendiri bahwa regangan ruang ini terjadi Karna penyimpangan sudutnya panda siklobutana dan siklopropana itu jauhnya lebih besar krn besar sudut yg terjadi penyimpangan akan membuat regangannya semakin besar nah semakin besar regangan ruang snyawa semakin reaktif terimakasih.
HapusSaya mau bertanya, mengapa sudut tetrahedral nilai regangan ruangnya 0? Apa yang mnyebabkan hal tersebut?
BalasHapusKarena pada sudut tetrahedral ini dalam kondisi stabilnya, jika terdapat penyimpangan dari sudut tetrahedral ini akan menyebabkan nilai regangannya berubah juga.
Hapusterimakasih atas materinya, ini sangat bermanfaat sekali
BalasHapus