Senin, 14 November 2016

REGANGAN RUANG

Over-view materi regangan ruang Kimia Organik Fisik



REGANGAN RUANG

Suatu senyawa kimia memiliki regangan, sama seperti manusia senyawa juga selalu bergerak karena adanya muatan-muatan yang mengelilingi suatu senyawa, sehingga saat suatu senyawa a ditambah dengan senyawa b akan cepat membentuk suatu reaksi akibat pergerakan dari muatan dalam suatu senyawa tersebut. Regangan suatu senyawa dapat dilihat dalam bentuk tiga dimensinya, Stereokimia adalah studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi, yakni bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul ditata dalam ruangan satu relative terhadap yang lain, adapun secara mudahnya regangan suatu kimia dapat dipelajari dengan menggunakan aplikasi pembuatan struktur kimia seperti Chemdraw.
Pada suatu senyawa dapat dibagi menjadi senyawa alkane-alkena-alkuna, senyawa alifatik-aromatik dan gugus fungsi
Dalam materi kali ini untuk mengetahui pengaruh regangan ruang dalam kondisi senyawa-senyawa tersebut apakah dengan bertambahnya ikatan rangkap akan membuat regangan bertambah atau tidak, dan apakah regangan lebih besar pada kondisi aromatic atau alifatik dan juga bagaimana pengaruh regangan ruang saat suatu senyawa memiliki gugus fungsi tertentu.
1.  Regangan ruang pada senyawa Propana-propena-propuna

   

                     

Pada senyawa propen ini regangan yang paling tidak stabil adalah propuna-propena dan yang paling stabil propane karena dipengaruhi oleh besar ikatan antara senyawanya dimana ikatan yang paling tinggi diantara ketiga senyawa berikut yaitu propuna. Dan juga propuna merupakan struktur yang paling kaku diantara ketiga senyawa dimana jika senyawa semakin kaku maka regangannya makin tidak stabil.

2.  Regangan ruang pada senyawa alifatik dan aromatik
Pada gambar diperlihatkan regangan ruang pada senyawa aromatik

Pada gambar teorinya mengacu pada teori regangan Beayer yaitu suatu senyawa siklik membentuk cincin-cincin datar, kecuali siklopentana (karena sudut mendekati 109,5o) Siklopropana dan siklobutana lebih reaktif dibandingkan alkane rantai terbuka. Siklopentana merupakan cincin yang paling stabil karena sudut ikatan 108o , Teori regangan beayer tidak seluruhnya benar karena sekarang diketahui sikloheksana bukanlah cincin datar dengan sudut ikatan 120o, melainkan cincin yang akan terlipat dengan sudut ikatan 109o C.
Berikut ini merupakan contoh heksana alifatik dan sikloheksana aromatik
  
Dari sruktur tersebut regangan yang paling besar yaitu pada heksana, sementara sikoheksana tidak lebih besar dibandingkan heksana, karena dari data diatas regangan sikloheksan yaitu nol, namun jika pada kondisi umumnya pada sikloheksana dapat saja terjadi regangan karena dikondisikan dengan lingkungan suhu dan waktu yang sesuai
3.  Regangan ruang pada pengaruh gugus fungsi

Dengan adanya gugus fungsi pada suatu molekul akan menjadi penentu dari sifat suatu molekul itu, dimana gugus fungsi disini menjadi pusatnya reaksi senyawa itu. Kemudian untuk regangannya tersendiri tergantung dari gugus fungsi yang terdapat pada suatu senyawa, kita dapat meentukan besar regangan secara manual yaitu dengan cara sebagai berikut
o   Makin besar ikatan regangan makin tidak stabil
o   Makin kecil ikatan regangan makin stabil
o   Makin kaku ikatan regangan makin tidak stabil


Regangan ruang suatu senyawa

Regangan ruang terjadi akibat adanya penyipangan sudut suatu molekulnya makin besar regangan makin besar regangan sudutnya, dalam usaha mengurangi regangan senyawa-senyawa dapat mengalami konformasi, contohnya yaitu konformasi sikloalkana diaman konformasi yang paling stabil adalah konformasi kursi (chair conformation) karena sudutnya mendekati 109o (sudut ikatan C-C-C adalah 111o) konformasi selain kursi cenderung tidak stabil.



Dalam usaha mengurangi regangan senyawa-senyawa dapat terjadi isomer cis-trans. Salah satu contohnya adalah pada gambar diatas, Dalam penggambaran strukturnya terdapat ketentuan substituennya terletak pada sisi yang sama dari bidang cincin dinamakan isomer cis, sedangkan bila berseberangan dengan bidang cincin dinamakan isomer trans. Pada senyawa cis dan trans menentukan kestabilan regangan ruang senyawa.

25 komentar:

  1. Terimakasih infonya sgt bermanfaat, apa hal-hal yg mempengaruhi regangan ruang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal yang mempengaruhi regangan ruang yaitu sudut antara molekul, besar ikatan, gugus fungsi, bentuk ikatan senyawa. dimana penjelasannya sendiri secara rinci terpapar diatas
      dimana secara konsepnya regangan ruang itu yaitu
      Makin besar ikatan regangan makin tidak stabil, Makin kecil ikatan regangan makin stabil,Makin kaku ikatan regangan makin tidak stabil

      Hapus
  2. Terimakasih infonya sgt bermanfaat, apa hal-hal yg mempengaruhi regangan ruang.

    BalasHapus
  3. Terima kasih ulasannya sangat bermanfaat, disini saya ingin bertanya hal Apa yang menyebabkan regangan ruang bisa terjadi pada senyawa non siklik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. regangan ruang juga dapat terjadi pada nonsiklik karena pada senyawa nonsiklikpun juga terdapat sudutnya, nah dari pengertiannya sendiri regangan ruang itu terjadi akibat penyimbpangan dari suatu sudut molekul jadi pada molekul nonsiklik pun dapat terjadi regangan ruang asal syarat yang pertama terpenuhi yaitu terdapat penyimpangan sudut molekul pada salah satu senyawanya

      Hapus
  4. thanks infonya saya ingin bertanya apa yang menyebabkan terjadinya regangan ruang

    BalasHapus
    Balasan
    1. terjadinya regangan ruang ini disebabkan karena adanya penyimpangan sudut dari suatu senyawa, regangan ruang ini dapat terjadi pada banyak senyawa dimana untuk besar tidaknya regangan tergantung dari jenis senyawanya

      Hapus
  5. Terima kasih ulasannya sangat bermanfaat, disini saya ingin bertanya hal Apa yang menyebabkan regangan ruang bisa terjadi pada senyawa non siklik ?

    BalasHapus
  6. terimakasih infonya sangat bermanfaat, saya ingin bertanya apa contoh penerapan konsep regangan ruang dalam kehidupan sehari-hari?

    BalasHapus
  7. Terimakasih atas paparan materinya sangat membantu sekali

    BalasHapus
  8. terimakasih atas infonya, sangat bermanfaat dan membantu

    BalasHapus
  9. Terima kasih atas paparannya, sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  10. Terima kasih atas paparannya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Terimakasih, materinya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  12. Terimakasih untuk ulasan yang bermanfaat.

    BalasHapus
  13. terimakasih, namun saya ingin bertanya, apakah ada pengaruh suhu dan tekanan terhadap regangan ruang?

    BalasHapus
  14. Pengaruh suhu dan tekanan ada, contohnya pada senyawa sikloheksana reg.ruang=0 hal ini terjadi pada kondisi stabilnya jika sikloheksan ini ditempatkan pada kondisi yg berbeda maka akan terjadi perubahan besar regangan ruang. Senyawa2kimia ini sebenarnya dialam mencari kondisi stabilnya sendiri2 shga saat suatu senyawa yg sama namun kondisi berbeda maka regangannya akan Berbeda juga terimakasih

    BalasHapus
  15. Terimakasih, yang ingin saya tanyakan mengapa Siklopropana dan siklobutana lebih reaktif ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siklopropana dan siklobutana kemungkinan lebih rekatif dari sikloheksana, jika itu maksudnya maka menurut pendapat saya karena pengaruh sudutnya kita ketahui sendiri bahwa regangan ruang ini terjadi Karna penyimpangan sudutnya panda siklobutana dan siklopropana itu jauhnya lebih besar krn besar sudut yg terjadi penyimpangan akan membuat regangannya semakin besar nah semakin besar regangan ruang snyawa semakin reaktif terimakasih.

      Hapus
  16. Saya mau bertanya, mengapa sudut tetrahedral nilai regangan ruangnya 0? Apa yang mnyebabkan hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena pada sudut tetrahedral ini dalam kondisi stabilnya, jika terdapat penyimpangan dari sudut tetrahedral ini akan menyebabkan nilai regangannya berubah juga.

      Hapus
  17. terimakasih atas materinya, ini sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus